1.
Non audit praecepita venter
Perut yang kosong tak mendengar perintah
(Orang lapar tak mungkin bisa bekerja)
2. Quisquis vult verberare canem, baculum certe inveniet
Siapa saja yang memukul anjing, ia tentu mendapatkan togkat
(Untuk hal-hal yang digemari pasti ada jalan)
3. Plenus venter non studet liberenter
Perut yang penuh tak dapat belajar dengan baik
4. Vae Soli
Kasihan sebatang kara
5. Si cuntos audis alii itedebunt te
Jika engkau mendengarkan semua orang maka orang akan menertawakan engkau.
6. In necessariis unitas, in dubis libertas, in omnibus autem caritas
Dalam hal-hal penting kesatuan, dalam keragu-raguan kebebasan, dalam segala-galanya hanyalah cinta kasih (John Paul II)
7. Medio tulissimis ibis
Engkau akan berjalan paling aman di tengah
(Janglanlah bimbang dan cemas, buatlah apa adanya)
8. Vivant sequentes
Hiduplah yang akan menyusul
(Semoga orang lain mengikuti jejakmu)
9. Melior est cerata pax, quam sperata victoria
Perdamaian yang pasti adalah lebih baik daripada kemengan yag masih diharapkan
10. Perditids omnibus, tamen ipsa virtus se sustenta re potest
Semua barang berakhir tetapi kebajikan orang tetap dapat mempertahnakan diri.
11. Amare nilhil est alu, nisi eum ipsi amre, quem amas nulla utilitate quaerita.
Mencintai adalah tiada lain dari mencintai dia yang engkau cintai tanpa mencari keuntungan.
12. Quod deis teste promisseris, in tenendum set
(Apa yang telah engkau janjikan kepda dewa dengan perantaraan saksi haruslah engaku pegang teguh
13. Scibere scribendo discere discendo disces
(engkau belajar menulis dengan menulis, engkau belajar membaca dengan membaca).
14. Ut sementes faceris ita metes
(Seperti engaku sudah buat pada waktu menabur, demikian engkau akan menuai)
15. Fortunam ditius inveniam, quam retines
(Engkau memperoleh nasib lebih cepat daripada menahan lama-lama)
15. Ratio docet, quid rebiendum fugeiendumque sit.
Akal buddi mengajar apa yang harus disetang, apa yang harus dihindari.
16. Via media aurea set
Jalan tengah adalah jalan emas.
17. Quod capita, quid verba
Sekian banyak kepala sekian banyak pendapat.
18. Quid tacet consentire videntur
Siapa yang berdiam dia dianggap setuju
19. Tempora mutatur et nos mutatur in illis
(Waktu berubah dan kita pun berubah di dalamnya)
20. Vide fomicam et disce industriam.
(Lihatlah semut dan belajarlah kerajinan)
21. Non scholae sed vita discimus
(Kita belajar bukan untuk sekolah tapi untuk hidup)
22. Sunt pueri, puerila tractant
Sesungguhnya kamu adalah anak dan sebagai anak kamu mejalankan kewajian kamu sebagai anak
(Jangan menuntut terlalu banyak).
23. Hodei mihi cras tibi
Hari ini saya besok engkau.
(Semua kita punya giliran menuju liang kubur)
24. Qui stat no cadat videatur
Orang yang berdiri harus melihat jangan sampai jatuh
25. Barba non facit philosophum
Janggut tidak membuat orang manjadi filsuf
(Jangan memandang orang berdasarkan ciri lahiriah belaka)
26. Aut nunc aut numquam
Atau sekarang atau tidak pernah
Perut yang kosong tak mendengar perintah
(Orang lapar tak mungkin bisa bekerja)
2. Quisquis vult verberare canem, baculum certe inveniet
Siapa saja yang memukul anjing, ia tentu mendapatkan togkat
(Untuk hal-hal yang digemari pasti ada jalan)
3. Plenus venter non studet liberenter
Perut yang penuh tak dapat belajar dengan baik
4. Vae Soli
Kasihan sebatang kara
5. Si cuntos audis alii itedebunt te
Jika engkau mendengarkan semua orang maka orang akan menertawakan engkau.
6. In necessariis unitas, in dubis libertas, in omnibus autem caritas
Dalam hal-hal penting kesatuan, dalam keragu-raguan kebebasan, dalam segala-galanya hanyalah cinta kasih (John Paul II)
7. Medio tulissimis ibis
Engkau akan berjalan paling aman di tengah
(Janglanlah bimbang dan cemas, buatlah apa adanya)
8. Vivant sequentes
Hiduplah yang akan menyusul
(Semoga orang lain mengikuti jejakmu)
9. Melior est cerata pax, quam sperata victoria
Perdamaian yang pasti adalah lebih baik daripada kemengan yag masih diharapkan
10. Perditids omnibus, tamen ipsa virtus se sustenta re potest
Semua barang berakhir tetapi kebajikan orang tetap dapat mempertahnakan diri.
11. Amare nilhil est alu, nisi eum ipsi amre, quem amas nulla utilitate quaerita.
Mencintai adalah tiada lain dari mencintai dia yang engkau cintai tanpa mencari keuntungan.
12. Quod deis teste promisseris, in tenendum set
(Apa yang telah engkau janjikan kepda dewa dengan perantaraan saksi haruslah engaku pegang teguh
13. Scibere scribendo discere discendo disces
(engkau belajar menulis dengan menulis, engkau belajar membaca dengan membaca).
14. Ut sementes faceris ita metes
(Seperti engaku sudah buat pada waktu menabur, demikian engkau akan menuai)
15. Fortunam ditius inveniam, quam retines
(Engkau memperoleh nasib lebih cepat daripada menahan lama-lama)
15. Ratio docet, quid rebiendum fugeiendumque sit.
Akal buddi mengajar apa yang harus disetang, apa yang harus dihindari.
16. Via media aurea set
Jalan tengah adalah jalan emas.
17. Quod capita, quid verba
Sekian banyak kepala sekian banyak pendapat.
18. Quid tacet consentire videntur
Siapa yang berdiam dia dianggap setuju
19. Tempora mutatur et nos mutatur in illis
(Waktu berubah dan kita pun berubah di dalamnya)
20. Vide fomicam et disce industriam.
(Lihatlah semut dan belajarlah kerajinan)
21. Non scholae sed vita discimus
(Kita belajar bukan untuk sekolah tapi untuk hidup)
22. Sunt pueri, puerila tractant
Sesungguhnya kamu adalah anak dan sebagai anak kamu mejalankan kewajian kamu sebagai anak
(Jangan menuntut terlalu banyak).
23. Hodei mihi cras tibi
Hari ini saya besok engkau.
(Semua kita punya giliran menuju liang kubur)
24. Qui stat no cadat videatur
Orang yang berdiri harus melihat jangan sampai jatuh
25. Barba non facit philosophum
Janggut tidak membuat orang manjadi filsuf
(Jangan memandang orang berdasarkan ciri lahiriah belaka)
26. Aut nunc aut numquam
Atau sekarang atau tidak pernah
27. Verba volant, scripta manent
Kata-kata terbang tetapi tulisan tetap tinggal
28. Omnis scriba stilum proprium habet
Setiap penulis mempunyai orangnya sendiri.
(Setiap orang berbuat dengan caranya masing-masing)
29. Audi multa loquere pauca
Mendengar banyak berbicara sedikit
30. In pelle propria se tenera
Tinggal dalam kulit sendiri
31. Nil volentinus arduit est
Bagi orang yang berkehendak baik tak ada kesulitan.
32. Ira furot brevis est
Kemarahan adalah kegilaan yang pendek.
33. Non ovum tam simile ovo
Telur yang satu berbeda dengan dengan telur yang lain
(Pada dasarnuya manusia itu berbeda).
34. Raptim transit
Lewat dengan tak disangka-sangk, secepat kilat.
35. Toto copore atque omnibus unquibus ei audictus sum
Saya menyerahkan seluhruh tubuhku kepadamu
36. In media luce errare
Sesat di tengah hari
(orang yang kurang bijaksana).
37. Dominus proper est
Tuhan itu dekat.
38. Nolli me tangere
Jangan sentuh aku
39. Coruptio maxima bona
Korupsi / kerusakan yang paling besar datang dari orang yang paling baik.
40. Vassa inania plurimum sonant
Tong kosong nyairng bunyinya.
41. Ipse mihi asciam hane in crus impegi
Saya menjatuhkan kapak padsa betisku sendiri
(sendiri melibatkan diri dalam kesulitan)
42. Surdibus auribus canere
Menyanyi dengan telinga tuli
(suatu oerbuatan sia-sia)
43. Scibere in aqua.
Menulis di atasa air
(suatu oerbuatan sia-sia)
44. Hanibal ante portam
Hanibal sudah di ambang pintu
(Bahaya sudah dekat)
45. Prius vox virtuis
Suara kebajikan lebih dahlulu bericara
(Kebajikan adalah pedoman hidup)
46. In tuto haereo
Tersesat di dalam lumpur
(Terlibat di dalam perkara)
47. Mihui opus est aliqua est
saya memerlukan sesuatu
47. Si amicus ad te venerit et auxilium rogat; te excusare no aequum sit
Kalau seorang datang meminta bantuan maka tak sewajarnyalah engkau berdalih
48. Concordia res parvae, discordia crescunt maxime dilabuntur
Bersatu kita teguh becerai kita runtuh.
49. Melius est cum dinitate mori quam cum ignominia servire
Lebih baik mati dengann hormat daripada berhamba pada kehinaan.
50. In iudis honeste supereri magis iuvat quam deviare
Dikalahkan dalam permainan dengan hormat lebih sedap daripada menang dengan kekerasan.
51. Utu quisque est vir optimus ita difficilime ad delictum adducitur
Semakin baik seseorang semakin sulit membawanya kepada kejahatan.
52. Melius est in tempore redire quam deviare
Lebih baik pulang pada waktunya daripada menyeleweng.
53. Aut pati aut mori
Atau menderita atau mati
54. Libertas bene custodienda est
Kemerdekaan harus dijaga baik-baik.
55. Age quod agis
Kerjakan dengan sungguh-sungguh
56. Quae nocent, docent
Belajarlah dari kesalahan
57. Per aspera ad astra
Dari yang sulit ke bintang
(Bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian)
58. Ligna Ferre in silvam
Membawa kayu ke hutan
(Membuat sesuatu yang tidak perlu)
59. Unun velle, unum nolle, vera amicitia est.
Sama-sama mau, sama tidak mau, itulah persahabatan sejati.
60. Audi, vide, tace, si viverevult in pace
Dengarlah, lihatlah, rabalah, jika engkau hidup dalam damai
61. Vita in vita, vitam in vitam
Jauhkanlah kehidupan yang tak berkenan dalam hidupmu
62. Mens sana in corpore sano
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat
63. Salus vestra in manu vestra
Keselamatamu ada di tanganmu sendiri
64. Serva ordinem et ordo servabit te.
Peliharalah aturan maka ia akan memeliharamu
65. Onerosa mea ipse porta
Saya memikul bebanku sendiri
66. Non vi sed ratione querere viam
Mencari jalan bukan dengan kekuatan tetapi akal budi
67. Sublimina atrahunt vulmen
Barang yang paling tinggi akan menarik petir
(Jangan menyombongkan diri)
68. Si tibi terra levis
Tanah hendaknya menjadi ringan bagimu
68. Felix, quam faciunt aliena pericula cautum
Berbahagialah orang yang dengan kecelakan orang lain membuat dia waspada
69. Albis dentibus deridere aliquam
Menertawakan orang dengan gigi tertutup
(sinis)
69. Messem suam urere
Membakar panenannya sendiri
(Membuat bahaya bagi diri sendiri)
70. In pelle propria se tenera
Tinggal dalam kulit sendiri (orang yang jujur)
71. Nil volentibus arduit est
Bagi orang yang berkehendak baik tak ada kesulitan
Peribahasa Latin tentang cinta
Konsep
cinta yang dipilih di sini adalah amor sebagai
padanan kata love dalam bahasa
Inggris, tidak diambil dari kata caritas
yang dalam bahasa Latin lebih bermakna cinta kasih kepada sesama. Misalnya,
kasih kepada orang yang membutuhkan pertolongan (orang sakit, orang jompo,
narapidana, anak yatim piatu) dan kasih kepada anak didik.

















Fortuna opes auferre, non animum, potest. Nasib dapat
mengambil kekayaan seseorang, tetapi bukan karakternya. (Seneca, Medea, 176)


Decorde totaliter, Et ex mente tota,
Sum presentialiter, Absens in remota. Cintailah aku dengan setia, Lihat betapa setianya aku, Dengan seluruh hati dan seluruh jiwaku, Aku selalu bersamamu, walaupun aku jauh. (Anonim)

No comments:
Post a Comment